WETONQUE
Acuan dan Konsistensi

Metode Perhitungan Wetonque

Halaman ini menjelaskan dasar hitungan yang dipakai agar hasil weton, pasaran, neptu, wuku, pranata mangsa, slametan, dan fitur lain tetap seragam.

Format Input
dd/mm/yyyy
Siklus Hari
7 Hari
Pasaran
5 Pasaran
Neptu
Hari + Pasaran
Pawukon
30 Wuku
Pranata Mangsa
12 Mangsa
Wewaran
Siklus Detail
Hari Jawa
17.30 WIB
Slametan
2 Metode
Kalender
Jawa & Masehi
Rakam
Dari Weton
Contoh Input
11/04/2000
Format Tanggal

Tanggal Indonesia

Semua fitur Wetonque yang meminta tanggal memakai format dd/mm/yyyy. Contohnya, 11/04/2000 dibaca sebagai 11 April 2000, bukan 4 November 2000.

Format ini dipakai untuk analisa harian, analisa bulanan, jodoh, hari baik pernikahan, kalender, wuku, nama bayi, potong rambut, profesi, dan slametan.

Hari Jawa

Batas 17.30 WIB

Untuk fitur yang memakai jam lahir, Wetonque menerapkan batas pergantian hari Jawa pada pukul 17.30 WIB.

  • Sebelum 17.30Tanggal lahir tetap memakai tanggal kalender yang dimasukkan.
  • Mulai 17.30Weton efektif memakai tanggal berikutnya karena secara hitungan Jawa sudah masuk hari berikutnya.
Parameter

Siklus Yang Dipakai

Parameter Dasar Dipakai Di Fitur
Dino atau hari Siklus 7 hari dari acuan Minggu. Semua fitur tanggal, kalender, hari baik, dan slametan.
Pasaran Siklus 5 pasaran dari acuan Wage. Weton, neptu, jodoh, slametan, dan rekomendasi hari.
Neptu Jumlah neptu hari dan neptu pasaran. Analisa personal, kecocokan, hari baik, profesi, dan nama bayi.
Pawukon dan Wuku Siklus 210 hari dengan 30 wuku. Karakter wuku, analisa personal, kalender, dan fitur turunan.
Pranata Mangsa Rentang mangsa berdasarkan tanggal dalam kalender tahunan. Analisa lahir, pranata mangsa, pertanian, dan narasi kalender.
Wewaran Siklus wewaran dari basis pawukon. Hastoworo, Sadworo, Padangon, dan pembacaan parameter detail.
Rakam dan Paarasan Kombinasi weton serta nilai neptu. Profil weton, nama bayi, profesi, dan analisa karakter.
Slametan

Dua Metode Hitung

Untuk hitung slametan orang meninggal, Wetonque menyediakan dua tombol karena kebiasaan keluarga dan daerah bisa berbeda.

  • Hari Wafat = Hari ke-1Hari wafat ikut dihitung sebagai hari pertama. Nelung dina berada pada hari ketiga menurut hitungan keluarga.
  • Hari Wafat = Hari ke-0Hari setelah wafat dihitung sebagai hari pertama. Hasil nelung dina bergeser satu hari dibanding metode hari ke-1.
Hasil slametan adalah acuan umum. Jika keluarga, tokoh adat, modin, sesepuh, atau tradisi desa memiliki hitungan berbeda, adat keluarga setempat dapat diutamakan.
Konsistensi

Satu Sumber Data

Fitur yang membaca tanggal lahir, tanggal wafat, atau tanggal rencana memakai sumber fungsi yang sama. Dengan begitu hasil dino, pasaran, neptu, mangsa, wuku, dan parameter lain tidak berubah antar fitur.

Wetonque juga disiapkan dengan test acuan otomatis. Jika acuan internal tidak lagi sesuai, test akan gagal sebelum perubahan dilanjutkan.