Dua metode yang sering dipakai
Wetonque menyediakan dua metode karena kebiasaan keluarga dan daerah bisa berbeda. Metode hari wafat sama dengan hari ke-1 berarti hari wafat ikut dihitung. Metode hari wafat sama dengan hari ke-0 berarti hitungan dimulai dari hari setelah wafat.
Keduanya ditampilkan sebagai pilihan agar pengguna tidak dipaksa mengikuti satu kebiasaan saja.
Contoh perbedaan hasil
Dengan format dd/mm/yyyy, tanggal input dibaca sebagai tanggal Indonesia. Setelah tanggal wafat dimasukkan, Wetonque menghitung hasil geblak dan rangkaian slametan dari sumber parameter yang sama.
- Metode hari ke-1: hari wafat ikut menjadi hari pertama.
- Metode hari ke-0: hari setelah wafat menjadi hari pertama.
- Karena titik awalnya berbeda, beberapa hasil tanggal dapat bergeser satu hari.
Mengapa perlu catatan adat?
Slametan adalah praktik keluarga dan komunitas. Jika modin, sesepuh, tokoh adat, atau kebiasaan desa memiliki hitungan berbeda, adat setempat dapat diutamakan.
Karena itu hasil Wetonque selalu lebih aman dibaca sebagai acuan umum, bukan keputusan final yang mengalahkan keluarga.
Cara memakai fitur Wetonque
Masukkan nama almarhum atau almarhumah, pilih tanggal wafat, lalu tekan salah satu tombol metode. Hasil akan menampilkan rangkaian tanggal slametan sesuai metode yang dipilih.
Jika hasil tidak sesuai tradisi keluarga, gunakan catatan adat keluarga sebagai pegangan utama.
Hasil weton, hari baik, dan slametan di Wetonque adalah acuan umum berbasis parameter yang diseragamkan. Untuk praktik keluarga, keputusan sesepuh, modin, atau adat desa tetap dapat diutamakan.
Gunakan fitur terkait untuk melihat hasil yang langsung dihitung dari tanggal lahir atau tanggal acara.